Diunggah pada Jumat, 24 Maret 2017 - 10:33:15 WIB    |    Dilihat sebanyak 1709 kali    |    Kategori Fakultas

StIRRRD (Strengthened Indonesian Resilience – Reducing Risk from Disaster) kemarin Kamis, 23 Maret 2017 melakukan pertemuan di Fakultas Teknik Universitas Bengkulu di ruang rapat Senat. Kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana tersebut telah melakukan MoU atau kesepakatan dengan Provinsi Bengkulu dan Universitas Bengkulu. Tim yang terdiri dari beberapa dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) dan GNS Science New Zealand tersebut berencana akan melakukan klinik konstruksi bagi tukang/pekerja bangunan, Tsunami Community dengan bekerja sama dengan UNIB.

 

Kegiatan yang dibiayai dan diawasi oleh GNS Science New Zeland ini memilih dua daerah di Provinsi bengkulu untuk diberikan pelatihan, yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma. Mereka melatih dan mengedukasi masyarakat agar mengerti apa yang seharusnya dilakukan ketika terjadi bencana seperti gempa, tanah longsor, dan banjir. Untuk penanganan longsor, UGM telah memasang alat untuk pendeteksian dini terjadinya longsor di Kabupaten Seluma, sehingga dapat diberikan peringatan jika akan terjadi longsor di daerah tersebut, sehingga korban akibat bencana dapat diminimalkan. Selain itu juga mereka ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana menggunakan shelter yang telah dibangun di Kota Bengkulu dan Seluma saat shelter tersebut digunakan sebagai tempat berkumpul saat terjadi bencana.