Banjarnegara – Dua mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Bengkulu (UNIB), Yoga Hardiyadi Hidayatullah (angkatan 2022) dan Shalman Maulana (angkatan 2020), turut berkontribusi sebagai Tim Kerja Visual Communication and Design dalam kegiatan Ekspedisi Jelajah Anak Negeri Batch 10 yang diselenggarakan oleh Yayasan Senyum Anak Nusantara di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 22–29 Agustus 2025.
Kegiatan yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat ini mempertemukan 21 orang volunteer dan 9 orang tim kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Selama delapan hari pelaksanaan, para peserta menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui lima divisi utama, yaitu ekonomi, lingkungan, kesehatan, pariwisata, dan pendidikan, yang masing-masing membawa program kerja sesuai bidangnya.
Bagi Yoga Hardiyadi H, kegiatan ini merupakan pengalaman kedua sebagai Tim Kerja Ekspedisi Jelajah Anak Negeri setelah sebelumnya bertugas pada Batch 9 di Desa Persiapan Blongas, Lombok Barat, pada awal tahun 2025. Sementara itu, Shalman Maulana menjalankan pengabdian perdananya dan langsung dipercaya menjadi bagian dari tim pelaksana kegiatan.
Sebagai Tim Kerja Visual Communication and Design, Yoga dan Shalman bertanggung jawab mendokumentasikan rangkaian kegiatan serta menyusun materi publikasi yang menggambarkan proses pengabdian kepada masyarakat selama ekspedisi berlangsung.
Hari pertama kegiatan diawali dengan acara pembukaan dan penyambutan seluruh peserta. Pada hari kedua, seluruh volunteer mengikuti rangkaian Dieng Culture Festival, festival budaya tahunan terbesar di kawasan Dieng yang menjadi daya tarik wisata nasional. Kesempatan tersebut diberikan oleh Pemerintah Desa Dieng Kulon sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di wilayahnya.
Dalam festival tersebut, Yoga bertugas sebagai tim dokumentasi yang mengabadikan berbagai agenda utama, termasuk penampilan penyanyi nasional Tiara Andini pada acara puncak. Selanjutnya, hingga hari ketujuh para volunteer melaksanakan program kerja sesuai divisi masing-masing bersama masyarakat Desa Dieng Kulon. Kegiatan ditutup pada hari kedelapan dengan agenda Jelajah Wisata sebagai penutup sekaligus sarana mengenal potensi alam dan budaya kawasan Dieng sebelum seluruh peserta kembali ke daerah asal.
Keikutsertaan dalam Ekspedisi Jelajah Anak Negeri tidak hanya menjadi bentuk implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperluas wawasan peserta melalui kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selama kegiatan, para volunteer saling bertukar pengalaman, gagasan, serta pendekatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Yoga mengungkapkan bahwa pengalaman di Dieng memberikan perspektif baru dibandingkan kegiatan pengabdian yang pernah diikutinya sebelumnya.
"Saya bersyukur dapat kembali mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat setelah menyelesaikan program KKN. Pengalaman di Desa Dieng Kulon memberikan banyak pembelajaran baru, terutama karena saya dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa mampu mengelola potensi budaya dan pariwisatanya hingga dikenal secara nasional melalui Dieng Culture Festival. Kesempatan mengikuti festival tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus membuka wawasan saya tentang pentingnya kolaborasi masyarakat dalam membangun daerah."
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Yoga sebagai Tim Kerja selama dua batch berturut-turut, serta keterlibatan perdana Shalman sebagai pelaksana kegiatan, menjadi bentuk apresiasi atas kompetensi, dedikasi, dan komitmen mahasiswa Arsitektur Universitas Bengkulu dalam mendukung kegiatan pengabdian masyarakat di tingkat nasional.
Partisipasi kedua mahasiswa tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan pengabdian, sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi, kepedulian sosial, dan pengembangan kapasitas diri di tengah masyarakat.
[Penulis: Yoga Hardiyadi]