Kegiatan

Urban Sketch Dies Natalis Arsitektur ke-8 Asah Kemampuan Mahasiswa Menggambar Arsitektur

Bengkulu 01 November 2025 - Program Studi Arsitektur Universitas Bengkulu menggelar kegiatan Urban Sketch sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Arsitektur (DNA) ke-8 pada 1 November 2025. Kegiatan bertema "Sketching the Colonial Footprints of Bengkulu" ini menjadi wadah bagi mahasiswa arsitektur dari berbagai daerah untuk mengasah kemampuan observasi dan menggambar arsitektur melalui objek-objek bersejarah di Kota Bengkulu.

A
Admin User
Author
03 Aug 2026 2 days ago 10 views
Urban Sketch Dies Natalis Arsitektur ke-8 Asah Kemampuan Mahasiswa Menggambar Arsitektur

Bengkulu – Program Studi Arsitektur Universitas Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Urban Sketch pada Sabtu, 1 November 2025, di Gereja Santo Yohanes, Kota Bengkulu. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Arsitektur (DNA) ke-8 ini diikuti oleh mahasiswa arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mengasah kemampuan observasi, analisis visual, serta keterampilan menggambar arsitektur secara langsung di lapangan.

Mengusung tema "Sketching the Colonial Footprints of Bengkulu", kegiatan ini mengajak peserta mengeksplorasi kekayaan warisan arsitektur kolonial yang dimiliki Kota Bengkulu melalui teknik urban sketching. Selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih memahami karakter bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap pelestarian cagar budaya.

Urban Sketch menghadirkan bapak Dalija, S.Pd., seorang praktisi seni, sebagai pemateri sekaligus juri. Dalam sesi pembekalan, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar urban sketching, mulai dari pengamatan bentuk, komposisi, perspektif, hingga cara menangkap karakter visual suatu bangunan melalui sketsa manual.

Setelah sesi materi, peserta melakukan kegiatan menggambar secara langsung di sejumlah lokasi bersejarah yang menjadi ikon Kota Bengkulu. Objek yang dipilih dalam kegiatan ini meliputi Gereja Santo Yohanes, Benteng Marlborough, Kampung Cina, dan Tugu Thomas Parr. Keempat lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang mencerminkan jejak perkembangan Kota Bengkulu pada masa kolonial.

Melalui proses observasi langsung di lapangan, peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan menggambar, tetapi juga belajar membaca karakter ruang, proporsi bangunan, detail arsitektur, hingga hubungan antara bangunan dengan lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang penting dalam pendidikan arsitektur karena menggabungkan aspek teknis, artistik, dan pemahaman terhadap konteks kawasan.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Arsitektur ke-8, kegiatan Urban Sketch diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang representasi visual arsitektur sekaligus memperluas wawasan mengenai nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Bengkulu. Selain menjadi ajang pengembangan keterampilan, kegiatan ini juga mempererat jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur Universitas Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan arsitektur. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan sebagai sarana pembelajaran lapangan sekaligus upaya memperkenalkan potensi warisan arsitektur dan budaya Bengkulu kepada generasi muda.

(Penulis: Muhammad Naufal Hidayat)

Bagikan Artikel Ini

Bantu teman Anda menemukan artikel bermanfaat ini