Kegiatan

Wujudkan Tri Dharma, Dua Mahasiswa Terjun ke Pengabdian di Lombok Barat

Lombok Barat, 14 Januari 2025 — Dua mahasiswa Arsitektur Universitas Bengkulu mengikuti kegiatan Ekspedisi Jelajah Anak Negeri Batch 9 di Desa Persiapan Blongas, Lombok Barat, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang berlangsung pada 10–19 Januari 2025 ini diikuti oleh 43 sukarelawan dari berbagai daerah di Indonesia dengan mengusung tema "Surga Tersembunyi Warisan Lombok."

A
Admin User
Author
30 Jul 2026 6 days ago 13 views
Wujudkan Tri Dharma, Dua Mahasiswa Terjun ke Pengabdian di Lombok Barat

Semangat pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, diwujudkan oleh dua mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib). Mereka adalah Yoga Hardiyadi Hidayatullah dan Dandi Prayoga yang turut serta dalam Ekspedisi Jelajah Anak Negeri Batch 9 di Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Senyum Anak Nusantara Indonesia.

Berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 10 hingga 19 Januari 2025, ekspedisi ini mengangkat tema "Surga Tersembunyi Warisan Lombok." Total 43 sukarelawan dari berbagai daerah di Indonesia terlibat dalam kegiatan ini, dengan kedua mahasiswa Unib menjadi salah satu partisipan dari wilayah terjauh.

Dalam perannya, Yoga Hardiyadi Hidayatullah, mahasiswa dengan NPM G1E022034, bertindak sebagai Tim Kerja bidang visual communication & design. Sementara itu, Dandi Prayoga mengemban tugas sebagai sukarelawan di bidang lingkungan.

Partisipasi Yoga dan Dandi dalam kegiatan ini bukan sekadar pengabdian, melainkan juga kesempatan untuk merasakan pengalaman hidup yang tak terlupakan dan bertemu banyak relasi baru, termasuk mahasiswa arsitektur dari universitas lain. 

Yoga mengungkapkan rasa syukurnya, 

“Saya sangat bersyukur bisa membawa nama Arsitektur Unib ke kegiatan nasional seperti ini, apalagi bisa bertemu, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman bersama mahasiswa arsitektur diluar daerah.”

Ekspedisi ini memberinya banyak pelajaran berharga. "Di sana banyak pengalaman pertama yang saya dapatkan, seperti mengajar anak-anak yang kurang memiliki fasilitas memadai, melihat langsung rumah-rumah yang belum memiliki fasilitas utama seperti WC, hingga bertemu masyarakat yang sangat ramah menyambut kami para volunteer," tambahnya.

Pengalaman-pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dan kepedulian bisa membawa perubahan, sekecil apa pun itu. Partisipasi aktif kedua mahasiswa Arsitektur Unib ini tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian.

[Penulis: Muhammad Naufal Hidayat]

Bagikan Artikel Ini

Bantu teman Anda menemukan artikel bermanfaat ini