BENGKULU – Tim peneliti dari Geotechnical Hazard Research Unit (GHRU) Universitas Bengkulu menjalin kerja sama akademik tingkat internasional dengan Geotechnical Division dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand. Kemitraan strategis yang digagas oleh peneliti Lindung Zalbuin Mase dan Muharram Nur Fikri ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas riset dan inovasi para peneliti muda dalam bidang mitigasi bencana geoteknik.
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa riset geoteknik di lingkungan KMITL Thailand umumnya masih berfokus pada infrastruktur perkotaan dan stabilitas pondasi akibat rendahnya paparan langsung terhadap dinamika bencana seperti likuifaksi dan longsor. Di sisi lain, GHRU Universitas Bengkulu memiliki keunggulan berupa pengalaman lapangan yang empiris karena berada di zona seismik Sumatra yang sangat aktif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani fasilitas laboratorium analitik canggih milik KMITL dengan data pengamatan lapangan dari Bengkulu.
Dalam pelaksanaannya, program ini menerapkan pendekatan transfer pengetahuan Field to Innovation. Serangkaian kegiatan telah sukses diselenggarakan, meliputi seminar internasional, kuliah tamu, sesi diskusi riset kolaboratif, serta berbagai kegiatan mentoring. Para peneliti muda Thailand kini mendapatkan akses langsung terhadap pemahaman mengenai mitigasi bahaya sesar aktif Sumatra.
Berdasarkan evaluasi program, kegiatan ini mencetak keberhasilan yang sangat positif. Sebanyak 92,5% peneliti KMITL memberikan respons yang sangat baik terkait kebaruan topik bencana yang dipaparkan. Kedua institusi telah menyepakati penyusunan Implementation Agreement (IA) untuk mendukung mobilitas peneliti secara berkesinambungan dan pengajuan hibah riset internasional ke depan.
Melalui sinergi lintas negara ini, Universitas Bengkulu dan KMITL berkomitmen penuh untuk mendorong inovasi dan membangun ketahanan wilayah Asia Tenggara dalam menghadapi berbagai ancaman bencana geoteknik di masa mendatang.