Pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab semua warga dan pemerintah. Salah satu upaya pemerintah untuk mengelola sampah adalah mengaktifkan peran serta masyarakat. Lingkungan masyarakat yang peduli terhadap sampah akan membantu meringankan kerja Pemerintah dalam menanggulangi dampak sampah terutama sampah rumah tangga. Masyarakat harus memiliki pengetahuan yang cukup berhubungan dengan penanganan sampah ini. Selain pengetahuan mengenai penanganan sampah, masyarakat juga harus memiliki kesadaran tentang pentingnya penanganan sampah. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi tentang konsep 3R (Reduce, ReuSe, Recycle) dalam penanganan sampah ini selain itu juga pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan metode artificial compost. Pengelolaan sampah organic menjadi pupuk kompos menjadi salah satu fokus Pengabdian Pembinaan FT Unib 2022.
Kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik dengan artificial compost untuk membuat pupuk kompos dilakukan di Kelurahan Sawah Lebar Baru pada tanggal 17 November 2022 yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Teknik UNIB dan dibantu oleh mahasiswa yaitu Putra Bismantolo, S.T., M.T., Agus Suandi, S.T., M.Eng., dan Ahmad Fauzan S, S.T., M.T. serta mahasiswa M.Hapis Apmarwansahroni, M.Ipan Sila Prayoga, Renaldi Pratama Putra Selain sosialisasi, kita juga langsung menyerahkan composter bag tersebut. Untuk menghasilkan kompos sebenarnya tidak membutuhkan alat yang mahal dan rumit dalam pengerjaannya. Alat yang digunakan untuk membuat kompos ini dinamakan dengan metode artificial compost dengan menggunakan composter bag dan disemprot dengan cairan decomposter. Untuk meningkatkan peran masyarakat ini maka perlu diberikan pelatihan cara memakai komposter tersebut. Melalui pengabdian masyarakat Fakultas Teknik ini dilakukan pelatihan membuat kompos ini dengan metode artificial compost dengan menggunakan composter bag di RT.33 RW.8 Kelurahan Sawah Lebar kota Bengkulu pada kelompok II.